Pelit

Jumat, 8. Juni 2007 pukul 21:30 | Ditulis dalam Umum | 2 Komentar

Dipersimpangan jalan, seorang pemuda sedang kehausan, lalu dia meminta air pada warung yang tak jauh darinya….

Pemuda : “Minta airnya sedikit Bu!”

Ibu : “Oh…air, harus bayar”

Pemuda : “Kok harus bayar sih Bu?”

Ibu : “Iya dong, sekarangkan serba bayar, masuk WC aja bayar!”

Pemuda : “Iya deh, berpa sih harganya?”

Ibu : “Oh…air dingin Rp 1000,00 dan air panas Rp 500,00”

Pemuda : “Minta air panaslah Bu!”

Namun setelah diberi air panas pemuda itu langsung sedot saja, jelas saja lidahnya terbakar. Melihat hal tersebut ibu itu bertanya…

Ibu : “Kok langsung diminum?”

Pemuda : “Nanti keburu dingin (sambil pergi)

Ibu : “?!?!?!”

 

by: Jhon Maradu, Probatorium 2006/2007

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Cukup lucu. Paling tidak, mampu menciptakan senyum simpul di bibirku.Jhon kembangkan bakat kamu yach. Kami butuh bibit-bibit imam katolik yang humoris kayak kamu. Tapi humoris berkualitas lho…..

  2. Jhon Maradu, mau berjuang untuk Tuhan dan manusia kan? Usahakan semampumu agar kamu nantinya bisa jadi seorang imam yang pintar dan humoris.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: