MENGAKTUALISASIKAN DIRI

Jumat, 8. Juni 2007 pukul 21:16 | Ditulis dalam Artikel, Lembaga Majalah Seminari, Opini | 1 Komentar

Seorang filsuf Yunani berkata, “Pengetahuan dan pengetahuan dengan tindakan akan mengaktualisasikan diri kita”. Banyak orang yang berpandangan bahwa hidup ini perlu bersaing, dan untuk itu kita butuh perjuangan dan niat yang kuat untuk mencapai niat kita tersebut.

Beraktualisasi berarti membuat diri kita betul-betul menjadi sebenarnya. Untuk menempuh kepribadian yang sebenarnya kita perlu mengetahui lebih dahulu tentang pribadi kita. Di sini kita akan diajak ke beberapa sub sebagai berikut :

A. Kepribadian

Kita hendaknya terlebih dahulu melihat dan memahami kepribadian kita. Apakah kita seorang pemaaf, pemarah atau yang lain-lain. Kita janganlah memandang diri kita sanggup untuk suatu hal yang sebenarnya tidak cocok. Cobalah untuk memahami apa yang lebih cocok untuk Anda.

B. Bakat

Kurang berbakat tidak dapat dikategorikan sebagai orang yang bodoh. Jangan anda berkata, “saya mati bakat.” Tidak ada kata tidak mampu seperti kata Einstein, “otak kita memiliki segalanya, tinggal kita bagaimana kita tergerak mau mencarinya.” Jadi, jangan sia-siakan dirimu dengan keadaan yang memojokkanmu. Memang banyak orang yang multi bakat, namun bila kita tidak sanggup seperti mereka usaha-kan salah satu menjadi milikmu.

C. Tingkat Kreatifitas

Jangan sok pintar, sok jago, atau lain-lain. Jika kita tidak punya sesuatu yang dipandang berharga, kita bisa saja pilih bentuk pekerjaan yang diminati, namun sudahkah anda mengusahakan sesuatu itu menjadi milikmu atau menjadi suatu yang bermakna dalam hidupmu. Janganlah sok bisa atau sok mampu jika kita tak dapat melakukannya. Kita jangan terlampau berpikir menjadi orang-orang hebat dengan angan-angan yang melambung tinggi, yang akan mengakibatkan kita terjatuh dalam kesengsaraan. Suatu hal akan dipandang besar jika kita pintar membuat sensasi / ide-ide yang mutakhir terhadap barang itu.

Jadi, kita tidak akan dicap orang lagi sebagai orang yang bodoh, mati bakat, tak berpotensi. Melalui ketiga faktor tersebut kita akan dapat mencapai apa yang kita cita-citakan. Untuk itu, kita dalam mengambil sebuah peker-jaan atau memilih suatu karier semestinya memperhatikan hal-hal di bawah ini:

a. Pilihlah apa yang sesuai dengan pribadi Anda

b. Pikirkan konsekuensi dari pekerjaan tersebut, keuntungan lebih besar atau kerugian yang lebih besar

c. Pelajarilah pekerjaan itu dan cobalah memberikan suatu ide yang menunjang pekerjaan tersebut

d. Tekuni dan bersabarlah

e. Untuk memperoleh hasil yang lebih, buatlah kreatifitas sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Hal-hal di atas akan membantu Anda untuk mengaktualisasikan diri Anda. Percayalah jikalau Anda sudah mengaktualisasikan diri Anda, Anda akan dipandang sebagai orang yang paten. Seperti sebuah papan tulis, jika kita menuliskan sesuatu yang kurang penting, maka orang akan melihatnya kurang baik dan begitu sebaliknya.

Oleh: Marganda Purba, Syntaxis-IPS 2006/2007

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. MANTAP DEK…
    MASIH PERLU KAYAKNYA AKU KAU NASEHATI AQ

    WALAU AQ G DI SITU LAGI
    AQ SLALU MENGIKUTI PERKEMBANGAN KALIAN KOK

    KARNA AQ GA AKAN BISA MENGAKTUALISASIKAN DIRIKU
    TANPA SEMINARI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: