Langit Cinta

Jumat, 8. Juni 2007 pukul 21:21 | Ditulis dalam Lembaga Majalah Seminari, Puisi | 2 Komentar

 

Ingin kumulai dari awal?

Ingin kukembali dulu?

Tapi……..

Dayaku tidak bisa

 

Kesendirianku meratapi kesedihanku

Semuanya sia-sia

Hanya langit bersamaku

Hanya bintang penerangku

Hanya bulan memperhatikanku

 

Air mata ini, kubuang dengan sia-sia

Karena tak ada harapanku

Aku hanya bisa tertunduk melihat bayangku

 

Oh langitku

Apa yang harus aku lakukan?

Apa yang membuat semua ini terjadi?

Siapa yang salah?

 

Bila haus kau beri aku hujan

Bilaku kedinginan kau beri aku terikmu

Sekarang?

Berilah dia kembali

tanpanya kakiku terasa lumpuh

tanganku terasa beku

mataku buta

semuanya hilang tanpanya

tak dapat kulupakan kejadian itu

membunuhku!

Memporakporandakan!

Memporakporandakan!

Langit cinta, kau beri aku cinta sekali lagi

Tak akan ada mahligai itu lagi

Aku akan buat hari-hariku

Merah seperti mataharimu

Putih seperti bulanmu dan bintangmu

Sejuk seperti anginmu!

 

By: Martin P. Purba, Syntaxis IPA 2006-2007

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hai kaisar…….lho kenal ga ma lamrya………………………………..dia kirim salam ma lho
    dia cantik lho………………………………..

  2. aku boleh copy paste ya
    makasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: