ALAM KEDEWASAAN ROHANI

Sabtu, 3. Maret 2007 pukul 21:44 | Ditulis dalam Lembaga Majalah Seminari, Opini | 2 Komentar

OLEH: R.Imando
Syntaxis A

Berbicara tentang “kedewasaan rohani” tidak bisa lepas dari “hidup rohani”. Karena kedewasaan rohani merupakan gambaran kematangan pribadi dalam hal-hal berbau rohaniah. Dan hal-hal rohaniah itu sendirilah yang terkandumg dalam hidup rohani. Artinya kedewasan rohani adalah perwujudan dari kematangan seorang yang menghidupi hidup rohani.
Dalam perkembangan jasmani, kita dapat melihat atau merasakan proses untuk mencapai kedewasaan itu. Misalnya perubahan bentuk tubuh dan peraliahan suara, saat seseorang berada dalam tahapan akil balik. Berbeda dengan kedewasaan rohani. Orang yang telah dewasa- rohani, tidak ada gejala ril dalam fisiknya.

Pada proses menuju kedewasaan itu tidak ada ciri atau hal yang biasa dilihat, sebagai gejala saat proses menuju kedewasaan.

Kendati ciri-ciri dewasa- rohani tidak timbul dalam fisik, pengaruhnya bisa dirasakan. Bukan hanya oleh pribadi sendiri, tetapi orang lain juga bisa merasakannya. Pengaruh tersebut timbul dari dua unsur pokok kedewasaan rohani yang melekat pada hidup rohani.

Keduanya adalah “ believing” dan “ doing”.

“ Believing” atau kepercayaan merupakan keyakinan sepenuh hati bahwa Tuhan sengguh ada dan meraja. Dengan adanya kepercayaan, maka akan timbul komunikasi dengan Tuhan dalam suatu relasi. Dan komunikasi itu juga secara positif menciptakan kedekatan antara manusia dengan Tuhan. Akhirnya kedekatan tersebut tanpa disadari sungguh merupakan suatu ciri utama pribadi dewasa- rohani.

Namun tidak cukup hanya percaya. Kepercayaan itu harus direalisasikan melalui” doing” atau tindakan. Segala tindakan Tuhan harus diterapkan, dan apa yang dilarang Tuhan harus dijauhi.

“ Believing” and “ doing” yang adalah ciri orang yang telah dewasa- rohani, mempunyai sifat totalitas dinamis. Artinya kedua unsur itu tidak terpisahkan dan selalu berkaitan satu sama lain. Untuk merelungi alam kedewasaan rohani, keduanya harus ada dalam kepribadian.

Oleh karena itulah belum ada orang yang bisa mengatakan dirinya telah menggapai alam kedewasaan rohani. Tidak ada juga orang yang gampang dan gamblang untuk memberi penilaian , apakah seseorang telah dewasa secara rohani

Alam kedewasaan rohani merupakan suatu pengaharapan yang ingin dicapai oleh setiap Kristiani.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah..saya ada usul untuk tim redaksi majalah lembaga. Saya kira sangat baik kalau sejak sekarang memuat tulisan ilmiah dalam lembaga. Kalau saya bandingkan dengan majalah-majalah dari seminari menengah lain, mereka juga sudah memuat beberapa tulisan ilmiah. Menurut saya, para siswa seminaris menulis dalam tulisan ilmiah, karena akan sangat berguna bagi perkembangan intelektual.

  2. tulisan nya sangat berbobot. menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis tugas akhir. klo boleh usul ditambah lagi dong isi materinya, spy tambah lengkap. sumber nya juga klo ada ditambahkan utk referensi. (mahasiswa tingkat akhir Harvest-Lippo Tangerang-Banten


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: